yogaremania

Cerpen Si Kancil

           Pada suatu hari ada seekor Kera yang kelaparan. Ia berjalan ke sana ke mari. Akhirnya ia menemukan kebun pisang yang luas dan banyak buahnya.

“Cihuiiiii……!” teriak Kera kegirangan.

“Aku tidak bakal kelaparan lagi. Setiap hari aku akan mendatangi kebun ini.”

          Begitulah, tiap pagi Kera mendatangi kebun pisang dan baru pulang di siang hari ketika perutnya sudah kenyang. Kera senan bukan main. Ia menceritakan semuanya itu kepada hewan-hewan lainnya.

“Tapi ingat ya kebun itu milik Pak Tani, jika kalian ke sana pasti akan dibunuhnya,” kata Kera.

          Si Kancil juga mendengar kabar tentang kebun pisang yang luas itu, ia berusaha mencari kebun pisang tersebut.

“Dasar Kera licik, ia tidak mau memberitahudi mana letak kebunitu. Tapi aku yakin akan segera menemukannya,” gumam Kancil

Seteleh berusaha payah mencari, ia akhirnya menemukan kebun pisang milik Pak Tani.

“Huh! Akhirnya ketemu juga kebun ini!” Kata Kancil

Kancil menyusup ke dalam , namun ia tak bisa mengambil pisang di atas pohon.

“wah bagai mana caranya ya? Aku tidak bisa memanjat. Padahal perutku sudah sangat lapar……..”

       IA lagi berpikir keras, tiba-tiba Kancil dilempar kulit pisang. Ia bermaksud lari,takut yang melemparnya adalah Pak Tani. Tapi Kancil tak jadilari ketika mendengar suara tawa cekikikan di atas pohon. Ketika ia menengok ke atas athulah pelemparnya adalah Si Kera nakal.

“Sialan ternyata kau Kera! Dasar Kera jelek dan bodoh!”

“Hehehe! Biar bodoh bekini aku bisa memanjat dan menikmati pisang matang sepuas hatiku! Sedangkan kau Kancil pintar, kau tak bisa memanjat,kan?”

Kancil benar-benar mati kutu. Kali ini ia tak bisa berbuat apa-apa.Tapi tunggu dulu! Mana mungkin Kancil dikalahkan seekor Kera.

“Dasar Kera bodoh! Lemparanmu tadi sebenarnya tidak mengenai tubuhku. Sebab kau gunakan kulitnya saja coba lempari aku dengan pisang utuh pasti kena!Kalau tak percaya coba kau lempar burung itu dengan kulit pisang pasti meleset! Tapidasar Kera bodoh! Mana mungkin kau berani melemparku dengan buah pisang matang ! Nggak mungkiiiiiiin………!”

       Kera tersinggung disebut bodoh lalu ia mencobamelempar burung dengan kulit pisang.

“Ah! Meleset! Betul juga kata Kancil! Ketika ia mencoba melempar burung dengan pisang utuh ternyata kena.

“Betulkan kataku? Coba kau lempar aku dengan pisang utuh! Soalnya kalau Cuma kulitnya saja, kalaupun kena bagiku tidak terasa sakit!”

Kera melempar Kancil tetapi Kancil berkelit, pisang tidak mengenai tubuhnya.

“Dasar Kera bodoh! Lemparanmu meleset, coba lagi!” Kata Kancil sambil meledek.

Cukp banyak pisang matang yang dilempar Kera, ada sepuluh buah kini tinggal dua buah pisang matang yang ada di pohon.

“Hehehe…….ayo masih mau coba melempar lagi?” Ejek Kancil.

Kera terdiam. Ia mulai ragu. Tapi Kancil terus mengejeknya.

“Dasar Kera jelek, tak pandai melempar!”

Diejek terus menerus membuat Kera jengkel. Kera nekat melempar lagi namun lemparannya tetap meleset. Kini Kera muali saar bahwa Kancil meamng sengaja memperdayainya. Karena tinggal satu buah, dan kera masih lapar ia tak jadi melempar Kancil lagi. Ia makan buah pisang yang tinggal sebuah itu. Sementara Si Kancil segera mengumpulkan pisang-pisang yang berceceran, dan memakannya dengan sepuas hati.

“Hehehe…… dasar Kera bodoh.”     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: